Jumat, 15 Mei 2015

Pemrograman Terstruktur

Pemrograman terstruktur adalah cara pemrosesan data yang terstuktur. Terstruktur dalam:analisa, cara dan penulisan program.
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.
Contoh bahasa pemrograman terstruktur : Pascal, Cobol, RPG, ADA, C.
Tujuan dari pemrograman terstruktur adalah:
1.    Meningkatkan kehandalan suatu progam,
2.    Program mudah dibaca dan ditelusuri
3.    Menyederhanakan kerumitan program,
4.    Pemeliharaan program, dan
5.    Meningkatkan produktivitas pemrograman.
Langkah-langkah untuk membuat program yang baik dan terstruktur adalah:
1.    Mendefinisikan Masalah
2.    Menentukan Solusi
3.    Memilih Algoritma
4.    Menulis Program
5.    Menguji Program
6.    Menulis Dokumentasi
7.    Merawat Program
8.    Pengenalan Komputer
1.     Batasan Masalah Merencanakan sistim dan spesifikasi program:
 Siapa yang akan menggunakan program dan untuk apa? dengan cara:
·         Menentukan tujuan dan hasil yang akan dicapai
·         Menentukan hal-hal yang diperlukan oleh sistim
·         Pengumpulan data.
2. Pengembangan Model Pembuatan model dari sistim yang akan kita bangun, model adalahsuatgambaran sederhana dari sistim yang kita buat. Dengan pembuatan model akan terlihatdengan jelas hubungan antara objek-objek dalam sistim yang akan kita bangun. Untukpenyelesaian aritmatik, biasanya model dibuat dalam bentuk rumus matematik.
Contoh: untuk membuat program luas_lingkaran kita membuat model matematis c = a x b
3.    Rancangan algoritma Pembuatan urutan instruksi yang akan ditulis pada program (dijelaskan lebihlanjut)
4. Pemrograman Implementasi algoritma ke dalam program (algoritma sendiri dalamkomputer adalah merupakan program).
5. Uji dan Validasi Pengujian terhadap program : seperti kesalahan penulisan (syntax error) ,kesalahan saat eksekusi (runtime error) kesalahan logika program (program berjalan tapimenghasilkan output yang salah- fatal error).
6. Dokumentasi Pembuatan catatan pada program terutama pada modul-modul yang rumit.Contoh: Sistim Pengembangan Software Life Cycle
Prinsip pemrograman terstruktur:
a. Gunakan rancangan pendekatan dari atas ke bawah (top down design),
b. Bagi program ke dalam modul-modul logika yang sejenis,
c. Gunakan sub-program untuk proses-proses sejenis yang sering digunakan,
d. Gunakan pengkodean terstruktur: IF ... THEN, DO ... WHILE dan lain-lainnya,
e. Hindarkan penggunaan perintah GO TO bila tidak diperlukan,
f. Gunakan nama-nama bermakna (mnemonic names), dan
g. Buat dokumentasi yang akurat dan berarti.Dalam perencanaan dan perancangan dari atas ke bawah, kategori dan penyelesaian masalahdimulai dari bagian yang utama kemudian dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. Rancangancara ini memudahkan penulisan, pengujian, koreksi dan dokumentasi program.
Tahapan rancangan atas ke bawah dalam pemrograman:
1. Tentukan keluaran (output) yang diminta, masukan (input) yang diperlukan danproses-proses utama yang diperlukan untuk transformasi data.
2. Membagi proses utama ke dalam mhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7710521686259648992#editor/target=post;postID=3974410230681932686odul-modul fungsional.
3. Buat algoritma msing-masing modul, dari modul utama ke sub-sub modul.
Setiap modul dalam proses rancangan atas ke bawah biasanya dibatasi dalam isi maupunbatasan-batasan berikut:
1. Setiap modul hanya mempunyai satu masukan dan keluaran
2. Setiap modul hanya mewakili satu fungsi program.
Rancangan (design) terstruktur:
1. Membagi program menjadi sub-program
2. Menekankan fungsionalitas.
3. Cocok untuk sistem yang banyak mempunyai fungsi independen.
Gaya penulisan programterstruktur:Menggunakan indentasi sehingga jelas struktur dan kontrol program.Memudahkanpembacaan, pemahaman, penelusuran kesalahan dan pembuatan koreksi.
Kontrol program terstruktur (Tiga tipe Bahasa pemrograman terstruktur):
4.    Terurut (sequence)
Setiap baris program akan dikerjakan secara urut dari atas ke bawah (setiap baris dikerjakan sekali atau tidak baris baris program yang tidak dikerjakan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar